<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544</id><updated>2012-01-26T22:30:07.643-08:00</updated><category term='hati'/><category term='ngelirik apa sich Ooom?'/><category term='Prof. Abdul muthalib'/><category term='taat'/><category term='hematologist'/><category term='ITP'/><category term='niat'/><category term='baik'/><category term='amal'/><category term='Gading Pluit'/><title type='text'>my notes...</title><subtitle type='html'>Kadang gue hanya pengen teriak...(abis setelah gue keluar dari Asrama mahasiswa waktu kuliah aku gak bisa teriak2 lagi...) 
Gak ingin orang lain terusik aja sich...
Kadang gue pengen curhat, kadang pengen berbagi pikiran...ide2...Dan kadang hanya ingin nge blog...hahaha</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-6384982181562188566</id><published>2010-03-18T19:08:00.001-07:00</published><updated>2010-03-18T19:08:43.028-07:00</updated><title type='text'>Jangan biarkan keadaan menghalangimu untuk meraih mimpi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;Tadi malam, secara kebetulan saat mata masih ingin terjaga, aku tonton tv dengan tv tuner gadmei ku. (Maklum, belum punya tv yang sesungguhnya...komputer + tv tuner ok lah untuk jadi tv saat ini :-)). Saya tidak tahu apa judul film itu, tapi hatiku langsung bilang:" Tonton film ini dech...sepertinya ada pelajaran yang bisa diambil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini bercerita tentang seorang anak yang sejak umur 6 tahun mengalami tourette syndome dimana dia secara refleks akan mengeluarkan suara-suara seperti binatang. Kadang suara ayam...kadang binatang lainnya. Dia punya IQ yang bagus, lulus Sarjana dengan IP yang sangat bagus dan rekomendasi yang sangat kuat. Dia suka mengajar dan itu salah satu prestasi dia...tapi perlu diakui, syndrome tersebut sangat mengganggu, bahkan ayahnya sendiri malu jika bersama dia karena seringnya mereka diusir dari restoran, bioskop dll...Namun, adik dan ibunya selalu mendukung dan membela agar kakaknya bisa terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan syndromenya, dia sukar sekali untuk bisa berkonsentrasi untuk membaca...dia benci membaca. Baru sebentar membaca, secara refleks mulutnya latah mengeluarkan suara binatang dan lehernya bergerak tak terkendali. Suatu saat dia ingin bermain golf bersama adiknya, mereka diusir keluar oleh pengurus/panitianya karena dianggap mengganggu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dia melamar kerja mengajar di beberapa sekolah, namun banyak sekali karena cacatnya tersebut. Sekolah-sekolah rata-rata tidak yakin bahwa dia bisa menjadi guru yang baik. Hingga, akhirnya sebuah sekolah berani mencoba untuk memberikan kontrak satu tahun untuk mengajar kelas 2. Yang menarik, di hari pertama dia mengajar dia membuat ucapan selamat datang di kelasnya, dia bercerita tentang kondisi dirinya ke murid-muridnya...anak-anak&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt; tersebut excited dan bertanya banyak hal tentang penyakit tersebut dan dijawab dengan jawaban yang bagus tanpa ada yang ditutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dia mengajar dengan penuh semangat dan improvisasi sehingga murid-muridnya senang dan tidak sabar untuk bisa sekolah lagi esok harinya. Ada Thomas si bandel yang akhirnya menjadi anak pintar dan baik, ada Heather yang menderita kanker dan bahkan Amanda, yang oleh ayahnya dipindahkan ke kelas lain karena dikhawatirkan tidak bisa konsentrasi jika diajar oleh Brad tapi hampir setiap hari Amanda menyelinap dan mengintip kelas Brad. Hingga suatu saat tanpa diketahui, ada penlai yang datang dan melakukan assessment dan akhirnya Brad terpilih menjadi TEACHER OF THE YEAR untuk state of Gorgia. Dalam pidatonya, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dia mengungkapkan: &lt;b&gt;"Jangan biarkan cacat itu menang...Jangan biarkan keadaan menghalangimu untuk meraih mimpi...."&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pelajaran yang bisa didapat:&lt;br /&gt;- Ketika pusat kendali (Locus of Control, bahasa ribetnya) ada dalam diri kita untuk terus maju, maka kita bisa maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dukungan keluarga dan orang-orang dekat sangat membantu, tapi sekali lagi...kekuatan dari dalam diri untuk maju itu menjadi kekuatan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sering kita lebih suka mengatakan "Saya tidak bisa" daripada mengatakan "Saya akan mencoba"...Dan Brad sudah mencoba dan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Saya pribadi percaya bahwa Tuhan sudah punya takdir, jika kamu pilih jalan A maka kamu akan seperti ini...jika B akan begitu, dlsb. Kita tidak tahu apa yang ada di ujung-ujung pilihan itu tapi kita sebagai manusia dengan otak, hati dan kemampuan badan kita diberi hak untuk memilih dan berusaha menjalankan sebaik mungkin pilihan-pilihan yang kita ambil. Dan kita diberi &lt;b&gt;the power of choice&lt;/b&gt; tersebut di setiap satuan waktu terkecil kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGHALANGIMU UNTUK MERAIH MIMPI...Mari bermimpi dan buat langkah untuk mewujudkannya, dari saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-6384982181562188566?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/6384982181562188566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2010/03/jangan-biarkan-keadaan-menghalangimu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/6384982181562188566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/6384982181562188566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2010/03/jangan-biarkan-keadaan-menghalangimu.html' title='Jangan biarkan keadaan menghalangimu untuk meraih mimpi'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-5645265187651340021</id><published>2009-01-05T06:46:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T06:55:53.911-08:00</updated><title type='text'>Beberapa hasil jepretan ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1mOTIz0C-VQ/SWIeI4d1_YI/AAAAAAAAABI/d_tO6IP_A8g/s1600-h/2005-12-20+082.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287822050431729026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1mOTIz0C-VQ/SWIeI4d1_YI/AAAAAAAAABI/d_tO6IP_A8g/s400/2005-12-20+082.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                   &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Chopter approaching to bring me to the island&lt;/span&gt;...&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Natuna, end of 2005&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1mOTIz0C-VQ/SWIeIqzCwGI/AAAAAAAAABA/HNnihUk5j7Q/s1600-h/2005-12-20+080.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287822046762549346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1mOTIz0C-VQ/SWIeIqzCwGI/AAAAAAAAABA/HNnihUk5j7Q/s400/2005-12-20+080.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;A nice view of water... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Natuna, Dec 2005...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-5645265187651340021?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/5645265187651340021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2009/01/beberapa-hasil-jepretan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/5645265187651340021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/5645265187651340021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2009/01/beberapa-hasil-jepretan.html' title='Beberapa hasil jepretan ...'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1mOTIz0C-VQ/SWIeI4d1_YI/AAAAAAAAABI/d_tO6IP_A8g/s72-c/2005-12-20+082.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-4595162763317073268</id><published>2009-01-01T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:06:57.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='niat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amal'/><title type='text'>Orang baik atau Orang taat?</title><content type='html'>Kalau Anda ditanya, mending mana jadi orang baik atau orang taat/soleh?...pasti kebanyakan akan milih jadi kedua-duanya.  Kenyataannya, condong kemanakah sebenarnya Anda?  lebih sebagai Orang baik atau orang taat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan bahwa banyak orang taat (merasa dekat dengan Tuhan namun ternyata kurang baik dalam hubungannya dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita introspeksi diri kita sebagai bagian dalam memulai tahun baru 1430H dan 2009 Masehi.   Dan mari kita mulai amalkan hal-hal kecil untuk menjadi orang yang baik, untuk menyempurnakan diri kita menjadi orang yang taat dan baik:&lt;br /&gt;- Beri senyum pada orang yang kita temui&lt;br /&gt;- Berbahasa yang sopan&lt;br /&gt;- Bekerja dengan semangat&lt;br /&gt;- being cooperative di tempat kerja&lt;br /&gt;- mau berbagi (willing to share)&lt;br /&gt;- Mau belajar dari orang lain&lt;br /&gt;- Rendah hati&lt;br /&gt;- ....&lt;br /&gt;Silakan dilanjutkan sendiri.  Modal apa yang diperlukan untuk meulai hal-hal tersebut?... I think it is all about Niat dan komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPSO Belanak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-4595162763317073268?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/4595162763317073268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2009/01/orang-baik-atau-orang-taat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/4595162763317073268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/4595162763317073268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2009/01/orang-baik-atau-orang-taat.html' title='Orang baik atau Orang taat?'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-4891042461180989498</id><published>2008-12-12T04:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T07:14:06.778-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gading Pluit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ITP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prof. Abdul muthalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hematologist'/><title type='text'>Kemurahan hati seorang Dokter ahli</title><content type='html'>Beberapa hari lalu, aku sangat tersentuh dengan perbuatan seorang dokter ahli darah.  Begini ceritanya:&lt;div&gt;Sejak beberapa tahun lalu, aku punya rekam medis yang unik dibanding orang normal.  Hal ini berkaitan dengan darah.  Ada satu parameter yang angkanya selalu lebih rendah dibanding orang normal.  Sejak tahun 2007, aku diadignosa menderita ITP (Idiopatic Tromobositopenia purpura).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan beberapa bulan terakhir ini, aku sedang konsul dengan seorang profesor dari UI, yang bisa dibilang sebagai orang paling ahli untuk urusan darah di Indonesia saat ini.  Dari bebera kali konsultasi dan tes lab hingga BMP segala, aku mendapatkan konfirmasi bahwa aku menderita ITP.  Selama in konsultasi dilakukan di RS. PGI Cikini.  Sebenarnya angka trombosit ku lumayan agak tinggi dan selama ini konsisten di atas angka minimum untuk dilakukannya pengobatan/terapi.  Namun, karena suatu alasan, aku harus minum suatu obat imunosupressant yang lumayan mahal.  Kalau 1.7 Juta untuk 2 minggu mahal gak ya?...buat aku sich mahal...hhehehe&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lanjut dech...Setelah minum obat tersebut dan ditambah beberapa obat dan vitamin, eh jumlah trombositku malah turun.  akhirnya aku diberi waktu untuk dilihat perkembangannya.  Kalau gak, perlu dilakukan operasi pengangkatan suatu organ kecil di daerah perut...Hiiiii Operasi???? NTAR DULU!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena ragu, aku akhirnya melakukan konsultasi ke Dokter ahli lain.  &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Another professor...&lt;/span&gt;  &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;His name is&lt;/span&gt; Prof Abdul Muthalib SpPD, KHOM.  Beliau sebenanya kolega dari Prof yang pertama, sama-sama di UI.  Kalau gak salah, Beliau ini lebih mudaan.  Beliau praktek di RS Gading Pluit lantai 6 dan RS Medistra.  Aku konsul dengan beliau di Gading pluit.  Dari pertama konsultasi, aku langsung &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;straight to the point&lt;/span&gt; bahwa aku butuh &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;second opinion&lt;/span&gt;.  Saat konsul pertama tersebut, aku juga bawa semua hasil lab yangudah dilakukan.  Rupanya Beliau belum bisa ambil keputusan dan menyarankan untuk melakukan another test di MMC.  Bayarlah untuk konsul tersebut sejumlah 230rb, 200 untuk konsul dan sisanya untuk admin.  Lumayan mahal ya?...makanya doketr pada kaya...hehehe apalai spesialis kayak gini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah hasil tes MMC keluar, aku konsul lagi ke Beliau. Sekarang aku gak sendirian...sang istri mau ikut mendampingi.  Dari hasil tes, ternyata Beliau happy dan semuanya di consider OK.  No need untuk mekakukan operasi.  HOREEEE!!!! Alhamdulillah.  Setalah membombardir dengan beberapa pertanyaan, akhirnya kami pamit dengan tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih ke Beliau.  Nunggu tagihan...ditanya, mau bayar pake CC atau &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;cash&lt;/span&gt;.  Kami bilang CC...lha wong lumayan gede angkanya, mending CC dong...abis lagi terbatas cash yang dibawa hehehe&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pas di lift untuk turun ke kasir, aku cek-cek detail tagihannya.  Tapi, Tunggu...tunggu..tunggu...KOK TAGIHANNYA CUMA 20 Ribu???? &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;There must be something wrong&lt;/span&gt;!!! salah ketik ni pastinya.  Pas nyampe lantai kasir, kami pencet lagi untuk naik dan ke bagian admin.  kataku" Mbak, kayaknya ada yang salah...masa cuma 20 rb.  Kok gak ada biaya konsultasi???".  Si MBak nya bilang kalau gak salah begini," Emang githu Pak.  Kadang-kadang ada aja Beliau gak &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;charge&lt;/span&gt;".  SUBHANALLAH!!! &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;unbelieveable&lt;/span&gt;!!!  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di jaman yang orang-orang usdah di consider sangat materialistis, masih ada sosok seperti Beliau.  Bisa saya bilang, saat konsul kedua tersebut saya kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 15 menit, malah mungkin lebih.  Beberapa dokter lain, kadang sudah mulai resah dan tidak enak lagi diajak diskusi tentang hasil diagnosanya.  Tapi Beliau ini masih dengan enaknya melayani keingin tahuan kami, diberi rekomendasi untuk kantor, tes lab untuk monitor dan response yang membuat kami merasa nyaman and after all, kami tidak &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;dicharge&lt;/span&gt; untuk itu!  Semoga lebih banyak lagi orang-orang seperti Beliau yang tidak materialistis dan mau membantu yang lainnya, terutama yang tidak mampu.  Sebenarnya dalam kasus saya, dicharge pun no problemo...lha wong dicover 100% ama kantor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah SWT memebrikan yang terbaik untuk Anda, Prof Abdul Muthalib.  Semoga tambah mumpuni dan tambah merunduk seperti padi!  &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;I will recommend you to the people that need your expertise&lt;/span&gt;...Sukses selalu, Prof!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-4891042461180989498?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/4891042461180989498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2008/12/kemurahan-hati-seorang-dokter-ahli.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/4891042461180989498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/4891042461180989498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2008/12/kemurahan-hati-seorang-dokter-ahli.html' title='Kemurahan hati seorang Dokter ahli'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-8425838311616924325</id><published>2008-08-13T07:43:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T08:14:26.909-07:00</updated><title type='text'>Root cause analysis of traffic jams and accidents in Indonesia  (bag 2)</title><content type='html'>Saya coba lanjutkan postingan saya sebelumnya di bulan Oktober 2007, tentang apa akar masalah sehingga banyak terjadi kemacetan (terutama di Jakarta) dan kecelakaan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, saya akan membahas penyebab no 1, menurut pendapat subyektif saya (karena saya belum pernah survey langsung..) yaitu: "Cara pembuatan SIM yang dilakukan Pihak Kepolisian RI (terutama bagian Lantas)  cenderung mendorong calon pengguna maupun pengguna kendaraan bermotor untuk  memeilih "menembak" saat buat SIM". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali saya membuat SIM, satu untuk Mobil di Batam dan satu lagi SIM Motor di Jakarta.  Dalam kasus pembuatan SIM di Batam, dari awal saya sudah dapat informasi dari rekan kerja bahwa prosesnya ribet, lebih baik "nembak".  Jadilah saya nembak dan bayar 400 rb.  Dalam hitungan 2-3 jam, saya jadi warga negara yang ber-SIM.  Itu terjadi di tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembuatan SIM motor di Jakarta, saya mencoba menjadi lebih idealis dan percaya bahwa Kepolisian kita pasti lebih bersih dong sekarang.  Maka tahun 2006, Saya membuat SIM di Daan Mogot....dengan cara LURUS, gak pake bantuan.  Hasilnya saudara-saudara, saya harus ujian tulis 2 kali dengan hasil nilai 17 (syarat lulusnya adalah 18), padahal jawaban sudah saya ganti2, hasilnya tetap 17.  Saya sudah hampir give up.  Ujian ketiga, saya dapat 18.  Alhamdulillah...akhirnya.   Walau sampai sekarang saya gak yakin kalau jawaban saya sebenarnya diperiksa atau gak.  Mungkin kasian aja udah 3 kali ujian masak gak dilulusin...Gak tahu apakah kata kasian cocok dalam konteks ini.  Anyway, Apakah berarti jaminan saya akan dapat SIM?...Tunggu dulu sodara!  Siksaan belum berakhir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujian praktek, yang namanya orang masuk tanpa "pengantar", jangan berharap lulus satu kali ujian praktek.  Penguji bagian saya secara sengaja memposisikan batas-batas jalannya condong ke arah dalam jalan yang secara jelas-jelas akan mengurangi space pengendara dalam melewati jalan tersebut.  Gagal lah saya...Saya harus ulang ujian lagi 2 minggu ke depan.  Tapi tunggu dulu.  Begitu saya dinyatakan gagal, saya tidak langsung pulang...sya duduk dipinggiran area ujian praktek dan liatin orang-orang yang tes.  Dari beberapa puluh orang yang tes, hanya beberapa gelintir yang bisa lulus secara "lurus".  Sisanya....sukses menjatuhkan pembatas jalan.  Tapi, ternyata mereka lulus dan berlanjut dengan pengambilan foto...Ada yang salah dan janggal?...You are correct, Mister!!!.... seharusnya mereka harus kembali 2 minggu lagi bareng saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda bisa harapkan dari pengemudi-pengemudi seperti itu????  Saya fikir masih bisa dimaafkan kalau ternyata dalam dunia nyatanya mereka belajar menyetir yang baik, memperbaki kesalahan secara terus menerus (continuous improvement).  Tapi, apa kebanyakan produk-produk SIM bodong tersebut?....pengendara ugal-ugalan, tidak tahu rambu lalu lintas, tahunya hanya injak gas dan rem.  Mereka dibilang bisa nyetir????  Gak!!! mereka hanya bisa bawa mobil atau motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan mereka yang tidak disortir dulu oleh pihak kepolisian dengan secara terus menerus menerapkan sistem yang menyediakan celah-celah sehingga SIM mudah diperoleh asal ada uang menyebabkan banyak pengemudi yang tidak tahu bahwa kalau mau belok itu harus kasi lampu sen dan cukup jarak sebelum membelok.  Bukan saat setir berbelok baru kasih sen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi2 tersebut yang kalau mau menepi gak kasih sen.  Mana orang tahu kalau dia mo berhenti???? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi2 tersebut yang menjadi pengemudi2 bus kota, metro mini, kopaja, angkot, dll yang menurunkan penumpang seenaknya di tengah jalan yang menyebabkan penumpangnya yang baru turun terjerembab dan tergilas atau tertabrak kendaraan di belakangnya!!!  Alangkah tidak layaknya nyawa manusia ditukar dengan uangberapa ratus ribu saat membuat SIM tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah teman-eman yang sempat mencari di internet informasi tentang petunjuk lalu lintas?...Tempat sehingga calon pembuat SIM bisa belajar sebelum ujian?...Saya sudah coba lakukan itu.  Tapi...saya belum nemu sampai sekarang.  Walau saya sudah cek websitenya kepolisian.  Atau dalam bentuk buku????  Saya belum pernah liat juga.   Sungguh berbeda dengan apa yang saya liat ketika saya sednag antri beli buku di Borders, Orchard Singapore.  Di dekat kasir, ada beberapa pilihan buku untuk belajar nyetir disertai soal-soal latihan untuk tesnya.  Mungkin itikadnya memang berbeda ya...mereka niatnya emang mempermudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak pejabat Kepolisian...tolong Pak.  Selamatkan orang-orang yang tidak semestinya kehilangan nyawa dan asetnya hanya karena pengemudi-pengemudi bodong yang memegang SIM tembak yang mengemudi tanpa tahu aturan.  Tolong....please...Kita bisa kok Pak.  Dan niscaya, angka kecelakaan akan berkurang....Semoga Pak Polisi ada yang baca postingan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-8425838311616924325?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/8425838311616924325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2008/08/root-cause-analysis-of-traffic-jams-and.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/8425838311616924325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/8425838311616924325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2008/08/root-cause-analysis-of-traffic-jams-and.html' title='Root cause analysis of traffic jams and accidents in Indonesia  (bag 2)'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-6368671655130662281</id><published>2008-01-14T17:26:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T17:39:05.702-08:00</updated><title type='text'>Hari yang sempurna!!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Entah kenapa dan apa yang terjadi, yesterday was a PERFECT day!!! AT this moment, aku sedang di lokasi Shut Down sebuah fasilitas minyak dan gas.  Ada proyek penggatian katalis (untuk ke 4 kalinya) yang harus aku handle.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;It was started with an information that the &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Liquid nitrogen tank from Matak is EMPTY&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;!  somebody informed me that the N2 should be available in the tank.  The nitrogen is critical for purging activity.  Without nitrogen, with high purity, the N2 can not be unloaded.  It has a property to self heat if it is exposed to flowing air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ok, that's one thing.  The other thing is &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;at 14.40, we got PSD&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; so the power from Turbo generator A&amp;amp;E are down!!!  You kow what?.. the facility must relied on essential and emergency generators and the power was not sufficient to run air compressors.  Without the compressed air, no plant nirogen available.  so, the crew must stand by for about 2 hours with no progress at all!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;It was PERFECT tho?????&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;OK, that's enough...anyway, thanks God that the progress is still on track as per schedule.  Hope we can complete the job early...it should be a good credit for promotion...hahaaha.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-6368671655130662281?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/6368671655130662281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2008/01/hari-yang-sempurna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/6368671655130662281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/6368671655130662281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2008/01/hari-yang-sempurna.html' title='Hari yang sempurna!!!!'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-8097490652038739038</id><published>2007-10-05T09:23:00.000-07:00</published><updated>2007-10-05T09:36:55.194-07:00</updated><title type='text'>Root cause analysis of traffic jams and accidents in Indonesia</title><content type='html'>Udah lama banget saya pengen nulis pikiran saya tentang apa akar penyebab buruknya kondisi lalu lintas di Indonesia dan di Jakarta pada khususnya.  Tapi, selalu saja, gak sempet...gak sempet dan gak sempet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita mulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;executive summary:&lt;br /&gt;Kondisi kemacetan di Jakarta sudah sedemikian parah.  Jarak yang hanya beberapa kilo kadang perlu ditempuh dalam beberapa jam.  Sebuah bentuk penyia-nyiaan waktu.  Kenapa tidak digunakan untuk yang lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara sudah dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta.  Dari penerapan 3 in 1, emisi kendaraan, jalur cepat dan jalur lambat, busway, lampu motor wajib dinyalakan setiap waktu (walau memboroskan bensin), dan yang akan datang...monorail even subway yang direncanakan akan available dalam beberapa tahun ke depan.  Tapi....kenapa masih macet ya?...Kenapa masih banyak kecelakaan ya?... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hemat penulis, ada beberapa akar masalah yang menyebabkan masalah kemacetan dan kecelakaan di Jakarta susah ditanggulangi:&lt;br /&gt;1. Cara pembuatan SIM yang dilakukan Pihak Kepolisian RI (terutama bagian Lantas) cenderung mendorong calon pengguna maupun pengguna  kendaraan bermotor untuk memeilih "menembak" saat buat SIM&lt;br /&gt;2. Tidak adanya pengaturan batas jumlah kendaraan atau penentuan laik jalan atau tidak atau pengaturan saat keluar mobil tiap harinya&lt;br /&gt;3. Rendahnya hukuman dalam undang-undang yang ada ditambah rendahnya penegakkan hukum ("damai" ajalah...)&lt;br /&gt;4. Kurangnya sosialisasi perundangan lalu lintas ke seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;(bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KIta akan lanjutkan bagian selanjutnya dalam kesempatan mendatang....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-8097490652038739038?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/8097490652038739038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2007/10/root-cause-analysis-of-traffic-jams-and.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/8097490652038739038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/8097490652038739038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2007/10/root-cause-analysis-of-traffic-jams-and.html' title='Root cause analysis of traffic jams and accidents in Indonesia'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-6170605078802400622</id><published>2007-08-25T10:26:00.000-07:00</published><updated>2007-08-25T10:45:04.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngelirik apa sich Ooom?'/><title type='text'>It's me...</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_1mOTIz0C-VQ/RtBqG0vAoCI/AAAAAAAAAAM/AOuxTkrz_b4/s1600-h/foto+ayo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102695043278348322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_1mOTIz0C-VQ/RtBqG0vAoCI/AAAAAAAAAAM/AOuxTkrz_b4/s320/foto+ayo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Belum sempat upload gambar diri di blog. Ini aku upload satu gambar yang aku ambil dari salah satu foto wisuda adikku yang ke dua di UGM.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk urusan wisuda inii, aku akan nulis terpisah dech...unik juga ngeliat wisuda dari satu universitas dengan universitas lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-6170605078802400622?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/6170605078802400622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2007/08/its-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/6170605078802400622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/6170605078802400622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2007/08/its-me.html' title='It&apos;s me...'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_1mOTIz0C-VQ/RtBqG0vAoCI/AAAAAAAAAAM/AOuxTkrz_b4/s72-c/foto+ayo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-3922473796988353255</id><published>2007-07-21T03:53:00.000-07:00</published><updated>2007-07-21T04:01:26.458-07:00</updated><title type='text'>SADSFFDSA---Nikahnya seorang sahabat</title><content type='html'>SDVB NM BFDFDBM N,BDGNMVDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa coba ketikan di atas?...Itu ketikan si cantik Kia.   Sukanya gangguin Yandanya saat lagi "keja". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Salah satu sahabat menikah.  Kusela Ardia, MT 96 akhirnya nikah juga.  Kalau boleh pesen, Sel...&lt;br /&gt;1. Jaga komunikasi...jangan sampe ada yang disembunyiin.  Jangan selingkuh juga ya...hehehe&lt;br /&gt;2. Jaga perasaan untuk saling percaya.  Ini sebenanrnya modal positif thinking nya...masalahnya, kalo awalnya udah gak positif, bawaannya yang gak-gak mulu.  Pulang telat dipikir massage dulu lah..ketemu selingkuhan lah..dlll.  Tapi kalo positif, yang ada mikir kenapa laki gue ya?..etc...&lt;br /&gt;3. Nafkahin yang cukup...fisik dan bathin...materiil spirituil...hehehe.  Udah cukup jelas lah kalo yang ini.  Kalo gak ngerti, mending keluar dari Schlumberger aja dech..kekeke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Githu dulu Sahabat...Semoga berkah dan diberkahi Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-3922473796988353255?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/3922473796988353255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2007/07/sadsffdsa-nikahnya-seorang-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/3922473796988353255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/3922473796988353255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2007/07/sadsffdsa-nikahnya-seorang-sahabat.html' title='SADSFFDSA---Nikahnya seorang sahabat'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-8946738408340639029</id><published>2006-10-10T21:43:00.000-07:00</published><updated>2006-10-10T22:01:09.997-07:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Laut China Selatan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/7672/4291/1600/DSCN4791.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/7672/4291/320/DSCN4791.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Minggu lalu aku ke lokasi kerjaan di tengah laut China selatan. Kebetulan saat itu lagi musimnya badai di Vietnam. Dari lokasinya, Vietnam itu gak terlalu jauh dibandingin Jakarta lho...Agak ketar-ketir juga kali-kali buntutnya tuch nyampe lokasiku berada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, foreacast bilang kalo anginnya bergerak ke arah lain. Namun githu, tetap aja tuch ombak jadi agak-agak "indah". Coba liat foto ini dech...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Waktu 2003, di lokasi yang sama, aku sempet ngalamin ombak yang lebih dahsyat dari itu. Barge (kapal tanpa mesin, bisa untuk lifting bisa juga untuk tempat tinggal sementara) tempat kami tinggal selama ini terpaksa harus pisah dengan platform karena hantaman ombak yang besar memutuskan tali (??/ kok kesannya kecil) pengikat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Walhasil beberapa temanku harus menginap di platform selama semalaman sebelum pagi harinya ombak mereda dan barge kembali bisa merapat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Oh ya, aku mo tunjukin juga satu gambar menarik (setidaknya menurutku) , ... yang nunjukin daerah di sekitar lokasi kerjaku.   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapan-kapan gue sambung lagi dech.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/7672/4291/1600/2006-02-05%20154.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 347px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px" height="240" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/7672/4291/320/2006-02-05%20154.jpg" width="347" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-8946738408340639029?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/8946738408340639029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/oleh-oleh-dari-laut-china-selatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/8946738408340639029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/8946738408340639029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/oleh-oleh-dari-laut-china-selatan.html' title='Oleh-oleh dari Laut China Selatan'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-5726979700654455480</id><published>2006-10-10T02:55:00.000-07:00</published><updated>2006-10-10T02:59:24.169-07:00</updated><title type='text'>Ujian Corfin ternyata minggu depan tho?</title><content type='html'>Dari balik dari offshore, aku tuh uring-uringan aja.  Gimana enggak, ujian COrfin sabtu minggu ini.  Sementara aku belum ngerti banyak hal...oalah...gimana coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ieng punya iseng, aku buka jadwal di Audiovox ku...ternyata!!!!&lt;br /&gt;Ujian Corfinnya itu Minggu depan Haryo!  Yang ujian minggu ini HRM.  Alhamdulillah...minimal ada waktu lagi untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wish me luck ya...musim mid nich...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat buka buat yang berpuasa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-5726979700654455480?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/5726979700654455480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/ujian-corfin-ternyata-minggu-depan-tho.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/5726979700654455480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/5726979700654455480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/ujian-corfin-ternyata-minggu-depan-tho.html' title='Ujian Corfin ternyata minggu depan tho?'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-115993810946472062</id><published>2006-10-03T21:54:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T22:01:49.476-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Di bawah ini postingan istriku tercinta di blog keluarga kami.  Entah kenapa setiap baca postingan inin aku jadi berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ngebayangin bahwa tugas seorang Ibu itu SANGAT...SANGAT berat.  Makanya aku kadang takut saking istriku lelah (physically and mentally) kemudian jadi marah-marah ke Anak-Anakku...yang aku yakin gak sampe dibarengi dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I realize that it's hard.  Two smart little kids always keep you busy.  But one thing that I believe, we can make it.  Remember all the time we have spent alone, as a family, in Batam.  Any relatives around?...Nope!!!  But we made it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I just want to say Thanks for your understanding.  My study and my job take so much time.  I always want to spend the whole weekend just we you and our kids...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love you and keep the smile on your face.&lt;br /&gt;One smaile will make the world better and happier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada dibenakku...Semua hanya seperti lintasan angin, semilir... dan dingin...Teriakan Kia, tiba-tiba menyadarkan aku. Putri kecil-ku sedang di kamar mandi.SELALU!!! Teledor, mungkin itu kata yang tepat. Pekik kecil Kia karena tubuhnya tersemprot pembersih porselain, pedih mungkin... Dengan panik, kuraih tubuhnya... dengan shower kusiram mukanya dengan air. Gelagap... entah karena sulit bernapas, entah karena terkejut. Tapi itu reaksi tuan Putri-ku ketika kusiram."...pun... pun... 'nda" (Ampun, Bunda...) begitu katanya... Miris mendengarnya... Maaf Nak, Bunda tidak sedang marah. Bunda khawatir, kesal dengan diri sendiri, takut terjadi sesuatu...Kupeluk tubuh mungilnya, tak peduli basah badannya terserap kaos yang melekat di badanku. "Bunda gak marah, Nak... Bunda takut Kia kenapa-napa""papa... papa..." balasnya.Teringat, minggu lalu 2liter susu tumpah membasuh lantai... karena usahanya menuang susu ke dalam gelas. Pandai, memang... hanya belum terampil. Kesal, kusiram tubuhnya dengan sisa susu... (salah... ya aku tau, hanya saja aku takut tanganku melayang ke tubuh kecilnya). Langsung kuajak ke kamar mandi, guyuran air dingin membasahi kepala lalu tubuhnya. Tidak!!! Kesal lalu berganti pilu... (Ya Allah, kenapa aku tidak cukup sabar... andai ada yang menjual pil sabar. Andai...)Kini...Kulihat floor uplighter-ku... Miring tak berdaya. Kuperiksa dudukannya. Oh, me gosh... PATAH!!!MY!!!... kesal kembali menyeruak. Baru saja usai tangis Kia, teriakan marah Aric karena haus... uplighter favorit-ku. uplighter malang-ku.Sejak tadi Kia berusaha membuka butter... "Bukan untuk dimakan, tapi untuk dioles ke roti" kataku. Penasaran mungkin, kali ini dicobanya lagi. Tidak sempat menghela napas. Ku angkat tubuh mungilnya untuk duduk di hi-chair, "duduk, dan gak akan Bunda angkat sebelum minta maaf... Kia bikin lampu Bunda patah" Berontak, tapi toh aku lebih kuat.Kuyu kulihat wajahnya. Rupanya insiden di kamar mandi cukup menghabiskan energi-nya. Khawatir menyeruak di kalbu, tidak pernah kulihat wajahnya seperti itu. "Kia kenapa Nak? Bunda cuma minta Kia minta maaf" ucapku lebih lembut kali ini, ku sejajarkan wajahku dengannya. Kia tetap diam.Lalu... diciumnya pipiku, "...ap...ap..." Maaf katanya.Pandanganku kabur, airmata memenuhi rongganya. Terharu, melihat pergulatannya melawan ego. "...fu..." I Love you, katanya lagi. "I love you, too Nak" pelukku erat. Ku angkat tubuh mungilnya, terasa kakinya erat di pinggangku, wajahnya diletakkannya di bahuku. "Kita tidur yuk..." kamu bangun terlalu pagi hari ini, Nak.Sesaat kemudian, putri kecilku terbang ke alam mimpi. 've a nice sleep, honey. i love you. Ku kecup pipi halusnya, dan kuhapus sisa airmata di wajahnya.Sekarang... jagoanku sudah berteriak. Haus mungkin.&lt;br /&gt;posted by Bunda @ &lt;a title="permanent link" href="http://relunghatibunda.blogspot.com/2006/08/merenung-termangu.html"&gt;3:14 PM&lt;/a&gt;   &lt;a title="Edit Post" style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=11349718&amp;postID=115675284578337459&amp;amp;quickEdit=true"&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-115993810946472062?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/115993810946472062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/di-bawah-ini-postingan-istriku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/115993810946472062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/115993810946472062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/di-bawah-ini-postingan-istriku.html' title=''/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-115971209796530004</id><published>2006-10-01T07:10:00.000-07:00</published><updated>2006-10-01T07:14:57.986-07:00</updated><title type='text'>Ketika Derita Mengabadikan Cinta</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ketika Derita Mengabadikan Cinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan..."&lt;br /&gt;Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu...&lt;br /&gt;Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini perkenankan saya bercerita...&lt;br /&gt;Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. arapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambilah mutiaranya dan buanglah lumpurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras, melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.&lt;br /&gt;Tiga puluh tahun yang lalu ...&lt;br /&gt;Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira tinggi, keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di Ma'adi, ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan aristokrat atau kalangan high class yang sepadan!&lt;br /&gt;Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya merasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga. Namun saya tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ayah memperoleh warisan yan sangat besar dari kakek, dan ibu mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke luar negri, ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya. Jika berlibur di dalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza yang berdekatan dengan istana Raja Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah. Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menajubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.&lt;br /&gt;Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan. Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.&lt;br /&gt;Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengultimatum:  Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang cukur....tukang cukur, ya... sekali lagi tukang cukur! Saya katakan dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyak dilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri sendiri, tidak ada yang membela. Pada saat yang sama adik saya membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui. Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya sebesar 500 ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di jalan yang lurus tidak direstui, sedangkan adik saya yang jelas-jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili pacarnya yang entah yang ke berapa di luar akad nikah malah direstui dan diberi fasilitas maha besar? Dengan enteng ayah menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabat keluarga besar Al Ganzouri."&lt;br /&gt;Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya. Namun, la haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Ternyata beliau menjawabnya dengan reaksi lebih keras, beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta?&lt;br /&gt;Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini. Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantor ma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab imam Hanafi.&lt;br /&gt;Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunatullah wa rasulih dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam Abu Hanifah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata 3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah itu. Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah di mata Allah SWT dan manusia. Saya bisikkan ke istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir.&lt;br /&gt;Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata. Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita. Saya pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uang sebanyak 4 pound saja!  Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma'dzun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound atau 2 dolar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound? Kami berdua bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang , rasa berdaya dan hidup menjalari sukma kami.&lt;br /&gt;"Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti ini. Maafkan Kanda!"&lt;br /&gt;"Tidak... Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak bisa menghargai kebenaran. Mereka masih diselimuti cara berpikir anak kecil. Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan tindakan mereka salah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita tempuh ini.&lt;br /&gt;Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita ulurkan tangan kita dan kita berikan senyum kita pada mereka dan mereka akan menangis haru.Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan.&lt;br /&gt;Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika. Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi dokter. Dan sebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa. Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar pun datang juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah toko selama 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala kadarnya yang murah.Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia bagai mendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana. Lalu kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi dan satu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua cangkir dari tanah, itu saja... tak lebih.&lt;br /&gt;Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa tetap bahagia, karena kami selalu bersama. Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta.&lt;br /&gt;Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga.&lt;br /&gt;Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan. Pada waktu siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup untuk makan dan transportasi selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kamipun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai ada yang bilang tanpa disengaja,"Ah, kami kira para dokter itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara seperti Mamduh dan isterinya."&lt;br /&gt;Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawarkan kepada isteri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan pertolongan-pertolongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami. Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang.&lt;br /&gt;Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami digedor dan didobrak oleh 4 bajingan kiriman ayah saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-satunya, mereka patah-patahkan, begitu juga dengan kursi. Kasur tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan Pasha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat bajingan itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bareng berbagi nestapa dan membangun kekuatan. Lalu kami tata kembali rumah yang hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki. Lalu kami tertidur kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hidup tenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan undang-undang berada di telapak kaki mereka. Saya hanya bisa pasrah total kepada Allah mendengar hal itu.&lt;br /&gt;Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa berbuat lebih nekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu, sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai. Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan isteri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba-Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia mendapatkan kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah kami. Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia &amp; lepas dari belenggu derita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sambil menatap kaki langit&lt;br /&gt;Kukatakan kepadanya&lt;br /&gt;Di sana... di atas lautan pasir kita akan berbaring&lt;br /&gt;Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba&lt;br /&gt;Bukan karna ketiadaan kata-kata&lt;br /&gt;Tapi karena kupu-kupu kelelahan&lt;br /&gt;Akan tidur di atas bibir kita&lt;br /&gt;Besok, oh cintaku... besok&lt;br /&gt;Kita akan bangun pagi sekali&lt;br /&gt;Dengan para pelaut dan perahu layar mereka&lt;br /&gt;Dan akan terbang bersama angin&lt;br /&gt;Seperti burung-burung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yah... saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta. Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersih keras untuk masuk program Magister bersama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gila... ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak...ini adalah saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap  bersikukuh untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya, kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatiku pun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan, sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami. Malam hari kami lalui bersama dengan perut kosong, teman setia kami adalah air keran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari, jangan tanya... kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menagis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab. Kalaupun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup sengsara layaknya gelandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbal balik perasaan ini ternya menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di dunia ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang..." bisiknya mesra sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelar Magister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja! Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada istilah makan enak dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kami berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan untuk pertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah, merasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal masakan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar Doktor di London. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyediakan dana tambahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium kening istriku, dan bismillah... kami berangkat ke London. Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya spesialis jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai wakilnya! Kami juga mengajar di Universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia. Kini kami hidup bahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah swt dan bertambahlan rasa cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka lihatlah wanita berjilbab biru yang menunduk di barisan depan kaum ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab Huda Sulthan. Dialah istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaan bisa mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru. Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini dengan seksama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-115971209796530004?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/115971209796530004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/ketika-derita-mengabadikan-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/115971209796530004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/115971209796530004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/10/ketika-derita-mengabadikan-cinta.html' title='Ketika Derita Mengabadikan Cinta'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35159544.post-115942220760055582</id><published>2006-09-27T22:39:00.000-07:00</published><updated>2006-09-27T22:43:27.606-07:00</updated><title type='text'>Nyoba buat blog</title><content type='html'>Hei,&lt;br /&gt;Hari ini di tengah istirahat kerja, aku coba buat blog.  Semoga ada hal-hal yang bisa dishare untuk kebaikan, sekaligus curhat dan rangkuman dari bagian-bagian hidup seorang Haryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini bisa jadi penghubung antara Aku, istriku, anak-anakku kelak..keluarga di Bandung dan Cirebon dan teman-teman semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35159544-115942220760055582?l=just-haryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-haryo.blogspot.com/feeds/115942220760055582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/09/nyoba-buat-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/115942220760055582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35159544/posts/default/115942220760055582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-haryo.blogspot.com/2006/09/nyoba-buat-blog.html' title='Nyoba buat blog'/><author><name>Haryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18014239169576663233</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
