Thursday, March 18, 2010

Jangan biarkan keadaan menghalangimu untuk meraih mimpi

Tadi malam, secara kebetulan saat mata masih ingin terjaga, aku tonton tv dengan tv tuner gadmei ku. (Maklum, belum punya tv yang sesungguhnya...komputer + tv tuner ok lah untuk jadi tv saat ini :-)). Saya tidak tahu apa judul film itu, tapi hatiku langsung bilang:" Tonton film ini dech...sepertinya ada pelajaran yang bisa diambil"

Film ini bercerita tentang seorang anak yang sejak umur 6 tahun mengalami tourette syndome dimana dia secara refleks akan mengeluarkan suara-suara seperti binatang. Kadang suara ayam...kadang binatang lainnya. Dia punya IQ yang bagus, lulus Sarjana dengan IP yang sangat bagus dan rekomendasi yang sangat kuat. Dia suka mengajar dan itu salah satu prestasi dia...tapi perlu diakui, syndrome tersebut sangat mengganggu, bahkan ayahnya sendiri malu jika bersama dia karena seringnya mereka diusir dari restoran, bioskop dll...Namun, adik dan ibunya selalu mendukung dan membela agar kakaknya bisa terus maju.

Dengan syndromenya, dia sukar sekali untuk bisa berkonsentrasi untuk membaca...dia benci membaca. Baru sebentar membaca, secara refleks mulutnya latah mengeluarkan suara binatang dan lehernya bergerak tak terkendali. Suatu saat dia ingin bermain golf bersama adiknya, mereka diusir keluar oleh pengurus/panitianya karena dianggap mengganggu yang lain.

Dia melamar kerja mengajar di beberapa sekolah, namun banyak sekali karena cacatnya tersebut. Sekolah-sekolah rata-rata tidak yakin bahwa dia bisa menjadi guru yang baik. Hingga, akhirnya sebuah sekolah berani mencoba untuk memberikan kontrak satu tahun untuk mengajar kelas 2. Yang menarik, di hari pertama dia mengajar dia membuat ucapan selamat datang di kelasnya, dia bercerita tentang kondisi dirinya ke murid-muridnya...anak-anak tersebut excited dan bertanya banyak hal tentang penyakit tersebut dan dijawab dengan jawaban yang bagus tanpa ada yang ditutupi.

Singkat cerita, dia mengajar dengan penuh semangat dan improvisasi sehingga murid-muridnya senang dan tidak sabar untuk bisa sekolah lagi esok harinya. Ada Thomas si bandel yang akhirnya menjadi anak pintar dan baik, ada Heather yang menderita kanker dan bahkan Amanda, yang oleh ayahnya dipindahkan ke kelas lain karena dikhawatirkan tidak bisa konsentrasi jika diajar oleh Brad tapi hampir setiap hari Amanda menyelinap dan mengintip kelas Brad. Hingga suatu saat tanpa diketahui, ada penlai yang datang dan melakukan assessment dan akhirnya Brad terpilih menjadi TEACHER OF THE YEAR untuk state of Gorgia. Dalam pidatonya, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dia mengungkapkan: "Jangan biarkan cacat itu menang...Jangan biarkan keadaan menghalangimu untuk meraih mimpi....".

Beberapa pelajaran yang bisa didapat:
- Ketika pusat kendali (Locus of Control, bahasa ribetnya) ada dalam diri kita untuk terus maju, maka kita bisa maju

- Dukungan keluarga dan orang-orang dekat sangat membantu, tapi sekali lagi...kekuatan dari dalam diri untuk maju itu menjadi kekuatan utama.

- Sering kita lebih suka mengatakan "Saya tidak bisa" daripada mengatakan "Saya akan mencoba"...Dan Brad sudah mencoba dan berhasil.

- Saya pribadi percaya bahwa Tuhan sudah punya takdir, jika kamu pilih jalan A maka kamu akan seperti ini...jika B akan begitu, dlsb. Kita tidak tahu apa yang ada di ujung-ujung pilihan itu tapi kita sebagai manusia dengan otak, hati dan kemampuan badan kita diberi hak untuk memilih dan berusaha menjalankan sebaik mungkin pilihan-pilihan yang kita ambil. Dan kita diberi the power of choice tersebut di setiap satuan waktu terkecil kita.

JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGHALANGIMU UNTUK MERAIH MIMPI...Mari bermimpi dan buat langkah untuk mewujudkannya, dari saat ini juga.